Perawatan
Keyboard, Monitor, Mouse dan, Printer
Perawatan
Keyboard
Keyboard
termasuk peripheral pada komputer. Ada beberapa tips untuk merawat
peripheral. Antara lain sebagai berikut :
1. Bersihkan
keyboard menggunakan kuas, karena keyboard sering terkena debu dan
kotoran yang terselip diantara tombol-tombol keyboard.
2. Jika
keyboard tidak terdeteksi oleh keyboard maka yang perlu dilakukan
agar keyboard tetap terjaga misalmya sebagai berikut :
- Matikan
kembalo komputer dan cek apakah kabel keyboard telah terhubung dengan
baik.
- Jika perlu lepas dan tancapkan kembali kabel keyboard
untuk menyakinkan bahwa koneksi sydah tepat.
- Jika komputer
dihidupkan lagi dan pesan kesalahan masih muncul kemungkinan pertama
adalah keyboardnya rusak.
- Coba dengan keyboard yang lain untuk
memastikan bahwa keyboardnya yang rusa, jika dengan mengganti
keyboard pesan kesalahan masih tetap muncul, berarti bukan keyboard
yang rusak, tetapi bisa saja port keyboard di motherboard yang
rusak.
3. Untuk membersihkan keyboard dapat juga dengan
menggunakan lap kering atau tisu basah untuk membersihkan kotoran
cair. Dan untuk membersihkannya maka keyboard harys dibuka terlebih
dahulu, membersihkannya harus sangat hati-hati karena sangat rawan
dengan goresan dalam yang dapat mengakibatkan jalur putus.
Perawatan
monitor
Hindarkan
menyentuh monitor secara langsung baik dengan jari atau pen /
pensil. Minyak atau kotoran yang menempel pada jari dapat menempel
pada monitor dan menganggu pemandangan bahkan sulit dibersihkan
Bersihkan
monitor dari debu-debu dengan menggunakan lap lembab atau tisu basah
yang mengandung alcohol 70%. tapi jangan dalam keadaan menyala ya.
Cabut
kabel monitor jika sedang tidak digunakan, sebelumnya matikan
terlebih dahulu power monitor.
Jangan
meletakkan barang di belakang monitor yang dapat mengakibatkan panas
berlebihan pada monitor. Berilah ruang yang cukup agar panas yang
keluar dari monitor bersirkulasi dengan lancar.
Hindarkan
meletakkan monitor langsung pada sengatan matahari maupun percikan
air hujan, jauhkan dari jendela.
Usahakan
kabel monitor dipasang melalui power supply di CPU, jangan langsung
dari listrik. Cara lain adalah gunakan UPS atau stavolt / stabilizer
agar jika tegangan listrik turun atau listrik mati sewaktu-waktu,
monitor tetap awet.
Tutup
monitor dengan plastik penutup agar terhindar dari debu, tapi jangan
di saat monitor masih panas.
Jangan
meletakkan speaker aktif terlalu dekat dengan monitor. Medan
magnet speaker dapat merusaknya.
Tanda-tanda
kerusakan monitor:
Phosfor
semakin berkurang ditandai dengan munculnya titik putih di tengah
monitor sebesar ujung lidi pada saat monitor baru dimatikan, monitor
berkedip-kedip pada saat digunakan
atau
tampilannya tidak horizontal, monitor tidak bisa diatur
kecerahannya. Untuk hal ini berarti anda harus mengganti monitor.
Cara
perawatan mouse
mouse optik
dan mouse ball
Mouse adalah peripheral yang sangat rawan
terhadap masalah, yang utama adalah masalah karena debu atau kotoran
cair. Hal inilah yang akan menimbulkan masalah pada mouse secara
hardware.
masalah pada mouse
1.gerakkan mouse
tidak teratur
2.gerakkan mouse lambat
3.mouse tidak
bergerak
4.lampu pada mouse tidak hidup
5.roda mouse tidak
bergerak
6.pointer meloncat - loncat
cara merawat mouse
yang rapi
membuka baut pada mouse dengan meggunakan obeng,
pada bagian bawah mouse kemudian mengeluarkan komponen-komponen pada
mouse. setelah semua komponen di keluarkan lalu bersih kan lah debu
yang ada pada mouse dengan menggunakan kuas atau kain kering.
setelah
di bersih kan kita bisa melihat kembali kotoran yang ada pada kesing
mouse kemudian di bersih kan menggunakan kuas ,kain dan menggunakan
vacum cleaner.jika tidak maka kita bisa memasang kembali komponen
mouse dan menutup mouse.
prosedur perawatan mouse
Untuk
tips-tips dalam merawat mouse yang harus kita lakukan adalah sebagai
berikut:
1.Jangan meletakkan mouse pada tempat yang berdebu dan
pastikan mouse pad selalu dalam keadaan bersih.
2.selalu membersih
kan mouse dengan rutin.
3.Jangan terlalu sering membuka mouse
karena komponen yang ada didalamnya rawan patah.
PERAWATAN
PRINTER
Berikut ini saya
sharing tips perawatan printer atau cara merawat printer sesuai
pengalaman pribadi saya, khususnya Inkjet printer yaitu yang
menggunakan Tinta Cair :
Gunakan
printer secara berkala dan teratur. Jangan membiarkan printer
“nganggur” dalam waktu yang cukup lama. Setiap hari atau dua
hari sekali printer harus dipakai untuk mencetak paling tidak 2 –
3 lembar dan pastikan hasil cetakannya sempurna. Usahakan cetakan
berimbang dalam hal warna… artinya jangan warna hitam saja tetapi
cetaklah tulisan/gambar yang mengandung unsur warna hitam, merah,
kuning dan biru (warna-warni) sehingga diharapkan seluruh Head
bekerja semua. Hal ini bertujuan menjaga agar tinta pada seluruh
Print Head tidak mengering/menggumpal.
Jangan
biarkan Cartridge/Ink Tank kosong dalam waktu cukup lama. Segera isi
Cartridge apabila tinta mulai kosong/habis.
Dalam
melakukan isi ulang/refile khususnya saat melepas cartridge, jangan
sampai menyentuh pin CMOS (ditandai dengan gambar telapak tangan
yang di silang). Pin tersebut sangat sensitif (bisa rusak) akibat
listrik statis yang berasal dari tubuh kita.
Gunakan
merk tinta yang sama saat isi ulang/refile. Kalaupun berbeda
pastikan tinta pada cardtridge telah benar-benar kosong/habis. Hal
ini untuk menghindari adanya reaksi penggumpalan tinta akibat merk
tinta berbeda yang dapat menyumbat lubang tinta pada Head. Ini yang
biasanya sering dilupakan dalam tips perawatan printer.
Saat
mencetak gunakan kertas yang bersih dan masih “layak”
artinya tidak lusuh atau “lungset” karena kertas yang lusuh
dapat menyebabkan macet/berhenti mencetak atau “mbulet” akibat
kertas yang slip
pada rol printer. Selain itu kertas yang berdebu dapat menyebabkan
debu nempel ke Head.
Bersihkan
printer yang kotor menggunakan kuas atau lap dengan kain. Khusus
bagian dalam gunakan kuas kecil untuk dapat mencapai sela-sela yang
sulit. Saat melakukan pembersihan pastikan printer dalam keadaan OFF
atau Mati total (kabel listrik tercabut).
Matikan
printer sesuai prosedur, yaitu dengan menekan dulu tombol “Off”
kemudian mencabut kabel yang terhubung ke listrik. Jangan langsung
mencabut kabel listrik-nya… karena pada saat itu System Bios
printer masih bekerja/aktif. Ini juga sering dilupakan dalam cara
merawat printer. Kalau hal itu sering dilakukan akan menyebabkan
System Bios error (printer error/rusak pada system) dan harus
dilakukan Erase dan Flash ulang BIOS EEPROM. Dalam kondisi extrime
hal tersebut dapat merusak BIOS secara Hardware (IC BIOS/EEPROM
rusak) dan itu termasuk sangat parah…. Selain itu mematikan
printer dengan mencabut langsung kabel listriknya menyebabkan
Capping Head printer saat itu mungkin belum pada posisi park yang
benar sehingga dapat menyebabkan tinta mengendap dan mengering pada
Head.
Gunakan
penutup printer supaya terlindung dari debu. Anda dapat menutupnya
rapat dengan kain sehingga masih ada pertukaran udara. Jangan
menggunakan penutup (menutup rapat) dengan plastik karena udara
lembab dapat mempercepat kerusakan printer.
Kalau
printer Anda sering digunakan (biasanya untuk kantor) jangan
sering-sering mematikan printer pada setiap habis ngeprint…
biarkan printer tetap menyala. Hal ini untuk meminimalisir Over Hit
Counter pada Limit Counter BIOS. Semua printer memiliki batasan
jumlah mencetak (rata-rata 2000 kali). Setiap kita menyalakan
printer maka Counter akan bertambah (dianggap 1 kali mencetak).
Bayangkan kalau selama jam kerja (misal 8 jam) kita mematikan dan
menyalakan printer sampai 10 kali atau 20 kali….?!! maka hal
tersebut akan mempercepat kita melakukan RESET Counter pada BIOS
printer kita.
Jangan
terlalu sering mencetak gambar / tulisan yang dipertebal atau Fill
dengan kepadatan yang tinggi karena akan memperberat kerja Head yang
otomatis akan memperpendek usia Head.
Khusus
printer yang pakai Infus,… Letakkan Tangki Tinta Infus sejajar
(agak rendah sedikit) dengan Catridge. Hal ini untuk menjaga agar
tinta tidak mengalir secara langsung ke Catridge pada saat printer
tidak digunakan.
Bersihkan/cuci
Busa/Spon Penghisap tinta yang ada dibagian Dalam printer paling
tidak 1 tahun sekali atau kalau dirasa daya hisapnya mulai melemah.
Biasanya ditandai dengan tidak berjalannya Proses Cleaning Head atau
ada luberan tinta dibagian dalam printer. Kalau hal tersebut
dibiarkan bisa berbahaya bagi rangkaian elektronik/mekanik printer.
Pada beberapa kasus dipakai trik yaitu dengan mengeluarkan slang
yang masuk penghisap dan ditampung pada wadah tersendiri. Khusus
yang no.12 ini kalau Anda belum berpengalaman bisa minta bantuan
Teknisi.
Tips Perawatan
Printer atau Cara Merawat Printer diatas kalau kita laksanakan dengan
benar dapat mengoptimalkan kinerja printer dan memperpanjang usia
pakai printer kita.
Written by: Dzulfadhli Aceh
Download RPP, Updated at:
23.13